PERBANDINGAN JENIS – JENIS INVESTASI UNTUK BERINVESTASI DENGAN AMAN MELALUI SUDUT PANDANG PENASIHAT HUKUM

 

·         PEMBUKA

Di era Indonesia yang sedang berkembang ini, kata – kata Investasi sudah tidak lagi merupakan hal yang asing bagi para pengusaha bahkan hingga perorangan, tidak terkecuali bagi para penasihat hukum juga perlu mengetahui adanya perbandingan dari jenis – jenis investasi untuk berinvestasi yang baik dan aman.

Berikutini hal – hal yang perlu diketahui mengenai apa dan aBgai mana berinvestasi yang baik danaman :

 

       I.            PENGERTIAN

1.     Investasi :

                                                        i.            MenurutUndang – Undangadalah :

“Penanaman Modal yang mencangkupsegalabentukkegiatanmenanam modal, baikolehpenanam modal dalamnegerimaupunpenanam modal asinguntukmelakukanusaha di wilayahnegaraRepublik Indonesia.” [1]

 

                                                     ii.            MenurutKamusHukumEkonomiadalah :

“Penanaman modal yang biasanyadilakukanuntukjangkapanjang, misalnyaberupapengadaanaktivatetapperusahaanataumembelisekuritasdenganmaksuduntukmemperolehkeuntungan.”[2]

 

2.     Trading :

Yaitujual – belisecaraaktif, untukmendapatkancashflow atauincome , biladibandingkaninvestasi.

                                                        i.            Trading / Transaksi Bursa

Transaksi yang dilakukanolehAnggota Bursa Efek yang tertuangdalambentukkontrakkesepakatandengan Bursa Efek. Kontraktersebutmencakup :

a.      JualbeliEfek ( sahammaupun instrument lainnya) .

b.      PinjammeminjamEfek.

c.       Kesepakatan lain mengenaiEfek ‎‏ / ‎‏ hargaEfek;

 

                                                     ii.            Trading / Transaksi di Luar Bursa

TransaksiEfek yang dilakukan di luar bursa dantidakdiaturoleh bursa. Transaksiiniantara lain dilakukan :

a.      Antara Perusahaan Efek.

b.      Perusahaan Efekdenganpihaklain yang tidakdiaturoleh Bursa Efek.

c.       Antara pihak yang bukan Perusahaan Efek ( individu / lembagapemegangsahamtersendiri).[3]

 

    II.            PERBANDINGAN DAN JENIS - JENIS INVESTASI

No

JENIS INVESTASI

KELEBIHAN

KEKURANGAN

KETERANGAN

1.

Tabungan Bank

ü  Nilainominal tabungantidakberkurang.

ü  Liquid.

ü  Amandanterjaminolehpemerintah.

-        Bungarendah

-        Bunga yang diperolehdapathabiskarenaadanyabiayaadministrasi bank

Dapatdilakukanhampirdisemuaperbankan di Indonesia.

2.

Deposito

ü  Nilai nominal depositotidakberkurang.

ü  Bunga yang lebihbaikdaritabungan bank

-        Tidak liquid, tergantungjangkawaktupenempatan deposit

-        Kenadenda, biladiambilbelumjatuh tempo.

Merupakanprodukperbankandenganbentukdeposito

 

3.

Saham

ü  Keuntungan (yield) lebihtinggidiatasbunga bank.

ü  Laba / Deviden , berdasarkanjumlahsaham.

ü  Mendapatkankeuntungandariselisihjual – belisaham (Capital Gain ).

-        Resikobesar

-        Devidenhilangbiladefisitanggranataubangkrut.

-        Dapatterjadipenghentiantransasksiperusahaantertentuatasjual – belisaham.

Perusahaan – perusahaan yang baikuntukberinvestasisahamsebaiknyaPerusahaan – perusaahanbesar yang “Blue Chip ” dantedaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)[4]

 

4.

Property secaralangsung

ü  Nilaiakanterusmeningkattiaptahunnya.

-        Jangkapanjang.

-        Biayainvestasiyang dikeluarkansangatbesar.

-        Tidak liquid.

Property dapatdilakukandengancaramelaluipembelianRumah, apartemen, tanah. (lokasi berpengaruh)

5.

Emas / Gold

Nyata :

ü  Nilaisetiaptahunnyaakanterusnaik.

ü  Sangat Liquid.

ü  Nilaiinvestasibervariasi.

-        Investasijangkapanjang.

-        Dapathilang / dicuri.

-        Tidakadabuktikepemilikan.

InvestasiJual – BeliEmas yang amanadalahemas yang terdaftardengansertifikat ANTAM

Online :

ü  Nilaisetiaptahunnyaakanterusnaik.

ü  Sangat liquid.

ü  Jangkapendek, menengahatauCash Flow .

ü  Keuntunganlebihbesardariemasnyata.

-        Walaunaiktapipergerakannilaifluktuatif

-        Bahayaadanyapenipuanbilatidakjelimemilihkredibilitasperusahaanberjangka / Online Trading .

-        Resikotinggi.

Dalamberinvestasiemassecara online, WAJIB dilakukanpadaperusahaanpialang yang amandanterdaftarpada BAPEPAM[5]

6.

Kolektor

ü  Dapatdijadikan. sebagai hobby

ü  Nilaiterbilangtinggisesuaidenganusiabarang.

-        Tidak liquid

-        Biayapemeliharaan yang besar

-        Jangkapanjang

-        Resikopenipuanbilatidakjelidanmemahami.

Tidakjarangpeminat yang memiliki hobby terhadapbendabendatertentudanantik, tergabungdalamkomunitastrertentu[6] danpelelanganbarangantik.

7.

Waralaba / Franchise

ü  Proses pembukaanbisnisrelatiflebihcepat.

ü  Sudahadanyasistem yang terorganisir.

ü  Adanyapelatihan SDM.

ü  Menumpangnamabesar yang sudahterkenal.

ü  Resikokecil

ü  Sebagaisaranalatihansebelummemulaibisnissendiri.

ü  Dapatsebagaipassive income

-        Biaya yang dikeluarkanbesar (Franchise fee, royalty fee, dsb. )

-        Tidakbebas, harusmengikutiaturanfranchisor

-        AdanyakeseluruhanpengawasandariFrinchisor secaraterus – menerusterhadapbisnis.

-        Memilikipotensikonflik

-        Taruhanreputasibersama

Franchise dapatdilakukandenganbekerjasamapihak – pihakFranchisor denganmemperhatikansyaratdanketentuan yang ditawarkandalamperjanjian.

8.

Reksadana

ü  Dapatdilakukandiversifikasi modal, memperkecilresikokerugian.

ü  Tidakperluahliinvestasipasar modal (Mudah).

ü  Ada manajerinvestasi, efisiensiwaktu (tidakperlu monitoring terusmenerus).

-        Resikoberkurangnya unit penyertaan (buktibentukkontrakinvestasikolektif) jikahargaefekturun.

-        AdanyaresikoHuman error padamanajerinvestasi.

-        Resikowanprestasi, jikaasuransireksadana yang di bayarlebihrendahdarinilaipertanggunganreksadana.

-        Investasijangkapanjang

 

Dalammelakukanjenisinvestasiini, WAJIB dilakukanpadaperusahaan yang memilikikredibilitasbaik, terpercayadan yang terdaftarpada BAPEPAM[7]

9.

Obligasi

ü  Tingkat bungakonsisten.

ü  Bungalebihtinggidarideposito

ü  Haksecarajelas di aturdalamPerjanjian.

ü  Dapatmelindungiresikoterjadinyainflasi

ü  Dapatdigunakansebagaiagunankredit bank untukpembelianinstrumenaktiva lain.

-        Tingkat bungapasardanobligasi negative.

-        Likuiditasrendah

-        Tidak Liquid

-        Resikokecurangan

Investasiinidapat di temuipadaperbankanpadaumumnya, akantetapidiutamakanpadaObligasipemerintah agar lebihamanseperti ORI (ObligasiRepublik Indonesia), ataupunObligasidariperusahaanswasta yang sudah solid.

10.

ValutaAsing

ü  Modal rendahsesuai financial.

ü  Dapatdilakukanindividutanpapialang.

ü  Liquid.

-        Resikobesar.

-        Nilaitukarrendah.

-        Fluktuatif.

-        Bergantungpadakebijakanpemerintah

Dapatdilakukanhampir di semuaperbankandanlembaga non bank di Indonesia.

11.

Asuransi Unit Link

ü  Produkasuranasisekaligusreksadana.

ü  Proses aplikasimudah.

ü  Investasidapatdilakukanbertahap.

-        PengembanganInvestasiterbatas, karenalebihkeperasuransian.

-        Jangkapanjang.

-        Tidak liquid.

-        Keuntunganpemodalandapatberkurangterkaitbiaya – biayatertentuinvestasi.

Disarankandalaminvestasiprodukini, pengaturankomposisiantaraasuransidaninvestasi50:50, atau 60:40 atau 70:30 (investasiharuslebihbesar), untukmenghindariresikoinvestasi yang burukkarenaagenasuransidapatkankomisipadauang yang ditempatkanpadaasuransibukaninvestasi, jadisering kali agenmemberikanpilihanasuransi, 80% Asuransi : 20% Investasi.

12.

Jati / Tanamankeras lain

ü  Terlindungdariinflasi, nilaitukar rupiah danmatauangasing.

ü  Kebutuhanakankayujatimeningkatdanmenjanjikan.

ü  Tanamanjatidapatdiwariskan

-        Tidak liquid.

-        Lama tunggu masa panen.

-        Biayamodal yang besar (lahan/tempat, pemeliharaan, pembibitan, dst.)

Untukjenisinvestasiinidiperlukanbibitpohonjati, danuntukdapatpanenmemerlukan lama waktu6 - 7 (enamsampaidengantujuh) tahun, padaumumnya.

 

 


 

  III.            PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN

 

AdapunPeraturanPerundang – undangan yang terkaitdenganinvestasi, adalahsebagaiberikut :

1.     Undang - Undang No.8 tahun 1995 tentangPasar Modal.

2.     Undang - Undang No.32 tahun 1997 tentangPerdaganganBerjangkaKomoditi.

3.     Undang – Undang No.10 tahun 2011 perubahanatasUndang – Undang No.32 tahun 1997 tentangPerdaganganBerjangkaKomoditi.

4.     PeraturanPemerintah No.1 tahun 2008 tentangInvestasiPemerintah.

5.     PeraturanPemerintah No.49 tahun 2011 perubahanatasUndang – Undang No.1 tahun 2008 tentangInvestasiPemerintah.

6.     Undang – Undang No.2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.

7.     KeputusanMenteriKeuangan No.424/KMK.06/2003 tentangKesehatanKeuangan Perusahaan Asuransidan Perusahaan Reasuransi.

8.     PeraturanPemerintah No.42 tahun 2007 mengenaiwaralaba.

9.     Undang – Undang No. 10 tahun 1998, tentangPerbankan.

 

PutramasJokopratomo, S.H.,



[1] Undang – Undang No.25 tahun 2007 mengenaipenanaman modal

[2] A.F EllyErawatydan J.S Badudu, KamusHukumEkonomi Indonesia Inggris , ELIPS, edisipendahuluan, Jakarta, 1996, hlm.69.

[3] www.BelajarInvestasi.Net , Istilahdalamsaham / kamuspasar modal .

[4] http://www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaantercatat/profilperusahaantercatat.aspx

[5] http://bapepam.go.id/pasar_modal/data_pm/Data-PE.pdf

[6] http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/11/15/16164375/komunitas.djadoel.dari.hobi.ke.bisnis

[7] http://www.bapepam.go.id/pasar_modal/data_pm/DaftarAPERD.pdf

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+5+6

News & Article
Komentar Terbaru
  • Alex
    There's a terrific amonut...
Copyright 2018 Law Firm Jakarta Indonesia SNS All Rights Reserved